11.21
0


Setiap manusia pasti pernah mengalami ujian di hatinya. Lalu bagaimana kita bisa menyikapi sebuah ujian yang datang kepada kita dan apa sebenarnya tujuan Tuhan memberikan ujian hati kepada manusia.

Siapa diantara kita yang hatinya tidak diuji? Dengan masalah-masalah yang dilihatnya besar sekarang, yang dalam tahun depan atau dua tahun kedepan dilihatnya sangat kecil. Berita baiknya adalah
Hanya orang yang hatinya baik, yang diuji”. 
Orang yang hatinya tidak jujur akan cepat memutuskan ketidakjujuran tanpa tersiksa. Dan hanya orang baik yang akan ragu-ragu untuk memutuskan ketidak jujuran walaupun kebutuhannya sangat mendesak.
Karna hati yang baik akan membawa kehidupan yang baik
Permasalahannya adalah : Orang yang diuji hatinya, cenderung merasa tersiksa bahkan bisa menjadi seseorang yang sedih. Lalu kesedihan ini apakah tanda bahwa kita sedang diuji?
Karna kita tahu bahwa kita sedang diuji, bahwa kita orang baik yang merasa kadang-kadang diperlakukan tidak adil. Kita melihat kenikmatan orang lain dibanding penderitaan kita, melihat kelebihan orang lain dibandingkan dengan kesulitan kita, sehingga kita merasa sedih karna sebagai makhluk kecintaan Tuhan kenapa aku dibedakan? Mengapa aku orang yang baik kok rezekiku belum baik? Kenapa aku yang unyu-unyu ini belum diinginkan?. Berita baiknya adalah yang sedih ini selalu orang yang hatinya baik. Karena
no matter how sad it is, betapapun sulitnya, betapapun sedihnya, anda harus tetap melakukan yang baik.
 Itu sebabnya kita diuji. Betapapun sulitnya memutuskan, betapun sedihnya kita tahu harus melakukan yang baik. Nah pasti ada sesuatu yang kelihatannya mudah tetapi tidak baik yang bisa menggantikan keputusan baik, itu sebabnya perubahan itu adalah meninggalkan kebiasaan buruk, dan kalau ada orang dilema dalam meninggalkan kebiasaan buruk berarti selama ini dia menikmati sesuatu dalam kebiasaan buruk. Sehingga untuk pergi ke kebiasaan baru yang baik itu dia tersiksa, karna belum tentu ada kenikmatan yang sama di tempat yang baik. Itu sebabnya kita diuji hatinya apakah kita betul-betul bersedia berpihak pada yang baik. Dan perlu diingat bahwa
tidak ada kebaikan, diluar yang baik

apakah ujian hati sama dengan ujian iman ?
Hati kita itu penghubung kita dengan Tuhan. Pikiran kita yang menyimpan ilmu, dan ada mata yang digunakan untuk melihat perilaku Tuhan. Kita tidak akan mampu melihat Tuhan dengan apapun, tetapi perilaku Tuhan dapat kita lihat dengan pikiran. Tumbuhnya anak, tumbuhnya tanaman, bergeraknya udara, itu semua perilaku Tuhan. Dan hati ini penghubung. Itu sebabnya orang yang harapannya putus, seolah-olah hubungannya dengan Tuhan putus. Hanya kita yang merasa tidak dekat. Jadi masalah hati bergejolak ini kadangkala membuat kita berprasangka. Dan prasangka ini dapat merusak keberserahan pada Tuhan


anda melihat diri anda sebagai pribadi baik yang patuh kepada orang tua dan taat beribadah, tapi rezeki masih belum baik. Kira-kira mengapa?
  1. Kurang sedekah .sedekah adalah sarana, cara. Sebetulnya bukan kepada apa yang kita berikan, tetapi kepatuhan kepada ketetapan. Tuhan menetapkan memberilah sebagian rezekimu kepada orang lain yang kurang. Sedangkan yang dapat disedekahkan dapat berupa ILMU, TENAGA, HARTA. Memberilah supaya kita diberi.
  2. Suka berprasangka buruk . jika anda menyerahkan diri anda kepada Tuhan, anda akan menjadi milik Tuhan, dan sekaligus anda dapat menikmati milih tuhan. Orang yang berserah diri pada Tuhan, dapat menikmati matahari seperti memilikinya. Banyak orang tidak bisa menikmati pemandangan laut, karna sertifikat laut bukan milik dia. Berserah kepada Tuhan itu menjadikan kita supaya kita dizinkan untuk dapat menikmati semua milik Tuhan. Dan berprasangak buruk tadi menakar-nakar keberserahan diri kepada Tuhan. Orang yang telah berserah diri pada Tuhan, ia tidak akan berprasangka karna dia berkata. “ini memang sulit, ini memang menyedihkan, ini merugikanku, tapi tidak ada niatku kecuali memuliakanMu. Tugasku adalah bertahan dalam kesedihan ini sebentar. Bekerja dalam kesedihan ini sebentar. Tetap berharap dalam kesulitan ini sebentar. Karna tidak mungkin aku disedihkan tanpa rencana pembahagiaan”. itu
  3. Upaya yang kurang tepat.banyak orang dalam kehidupan ini sudah sibuk tentang sesuatu yang salah, melakukan sesuatu yang salah, ditempat yang salah. Misalnya gaji kecil tidak naik-naik sudah lama, pangkat rendah tidak naik-naik, kalau gajian sambil diomeli (digaji khusus untuk dimarahi). 
    banyak orang dalam kehidupan ini sudah sibuk tentang sesuatu yang salah, melakukan sesuatu yang salah, dengan cara yang salah, dihargai dengan rendah tapi tidak menggerakkan dirinya karna dia tidak berserah, karna dia menganggap tidak ada rezeki Tuhan ditempat lain. Padahal reseki Tuhan tersebar di muka bumi. Menerima yang sudah diberi itu harus, tapi pastikan anda berdiri di tempat yang pemberiannya besar. “Miracles are for the brave, keajaiban itu untuk orang2 yang brani”
Betapapun sedihnya, anda harus melakukan yang baik

Hidup ini bagaikan facebook. Ada like dan dislike, bagaimana caranya untuk meminimalisir orang-orang yang tidak suka dengan kita? Dan bagaimana caranya untuk menanggapi orang-orang yang mendzalimi kita?
Kualitas kehidupan itu ditentukan oleh kualitas hati. Tapi kualitas hati ditentukan oleh kualitas pikiran. 
 Itu sebabnya Tuhan meningkatkan derajat orang-orang berilmu beberapa tingkat. Karena orang-orang berilmu menggunakan pikirannya, mengendalikan ketepatan rasanya sehingga ia bertindak dengan tepat

Orang tua saya sangat menentukan kriteria pasangan anaknya, tapi disatu sisi orang tua juga tidak menentukan secara langsung pasangan anak-anaknya. Jadi kita bebas menentukan siapa saja yang kita pilih untuk jadi pasangan hidup. Tapi ketika kita sudah merasakan klop dengan satu orang, ada kalanya orang tua saya ini tidak setuju. Kita jadi bingung, apakah kita ingin bersikukuh dengan pilihan kita inginkan tanpa memikirkan persaan orang tua atau kita memikirkan perasaan orang tua dan mengorbankan perasaan kita sendiri?
Jangan buat orang tua ragu bila kita sendiri belum tepat dalam memilih. Jadi, jika ingin dipercaya kita itu harus tampil pantas dipercaya. Bukan pada argumentasinya, bukan meyakinkan orang tua, tetapi kepada menjadi pribadi yang bisa percaya dulu bahwa orang tua adalah tester pertama. Kalau orang tua percaya, semua orang bisa percaya, karna orang tua tahu kelemahan kita. Kalau tahu kelemahan kita dan masih percaya, maka semua orang akan percaya            
                                                                                          
bagaimana cara kita agar hati bisa saling berjalan beriringan dengan logika kita?
Masalahnya hati kita punya logika sendiri. Logika pikiran dengan logika hati kita berbeda. Logika pikiran itu mengenai yang benar, salah, untung atau  rugi. Logika hati yaitu tentang senang dan tidak senang, bahagia dan sedih. Sehingga pikiran mengatakan rugi, tapi senang. Pikiran mengatakan pria seperti ini penipu cinta, tapi hati kita bilang “aku terlanjur, terlanjur sayang”. Lalu biasanya yang menang pikiran atau hati? Berarti semua masalah kehidupan itu dihati. Tetapi itu bukan masalahnya, itu hanya alaramnya.
Setiap masalah itu ada karenanya, kalau kita mengerti KARENANYA maka kita TAHU UNTUK APA. 
Maka kalau ingin hati dan pikiran berjalan, biarkan mereka berjalan bersama-sama. Itu berarti hati menurutlah pada pikiran yang baik, bukan pikiran baik yang disuru mengalah pada hati yang maunya hanya enak.  
Hati, menurutlah pada pemikiran yang baik
semangat dalam hati manusai itu pasti naik turun. Bagaimana caranya agar tetap naik dan naik terus?
hati itu naik turun. Jadi tidak ada orang yang hatinya stabil. Yang ada adalah orang yang menjaga penampilan wajah, kualitas suara dan gerakan tubuh seperti dalam sebaik-baiknya perasaan. So bagaimana cara menjaga hati yang naik turun? BIARKAN.
Tugasku hanya melakukan sebaik-baiknya, apapun perasaanku
bagaimana cara untuk mengenal dari hakikat dari ujian hati? Dan bagaimana cara kita memperkuat hati ini ketika dilanda ujian?
Hakikatnya, segala sesuatu yang terjadi pada Anda itu bukan Anda. Your not what hapenned to you. Anda bukan yang terjadi kepada Anda. Banyak orang merasa minder karena yang terjadi kepadanya. Bangkrut, pikiran hati, perceraian, merasa minder. Ditinggal pacar, melamar ditolak, karena yang terjadi tidak baik bagi dia, dia merasa tidak cukup baik sebagai manusia. BUKAN. Yang terjadi pada kita bukan kita. Tetapi, ini hakikatnya, kalau kita ingin jadi orang yang mulia, itu reaksi kita pada yang terjadi. Apapun yang terjadi, itu bukan keburukan kalau reaksi anda BAIK. Itu hakikatnya. Jadi sebetulanya semua ujian, adalah kesempatan untuk menjadi baik. So ujian hati itu cantik sekali, karena  
setiap kejadian yang terjadi, kalau mengganggu hati, adalah perintah untuk membaikkan hati
apakah menjaga perasaan orang lain tapi hati sendiri terlukai adalah sebuah ujian atau kelemahan?
Menjaga perasaan orang lain itu bukan ujian dan bukan juga kelemahan. Itu kemuliaan. Terkadang kita pernah mendengarkan sebuah anak muda mengatakan  
“Pak mario bisanya ngomong aja. Atau hidup ini tak semudah kata –kata mario teguh. “, atau “Pak mario aku ini susah.  Yu enak aja ngomong “
tidak ada yang mengatakan bahwa hidup itu mudah.
Tapi kalau kau abaikan nasehat yang baik, hidupmu akan sulit. Yuk jadi orang apapun yang terjadi, tetap jadi orang baik.


Ketika hati kita merasa tidak nyaman, atau merasa sedih, tentunya kita ingin segera lepas dari ketidak nyamanan dan menjadi pribadi yang lebih bahagia. Tapi kadang-kadang itu sulit didapat, karna kesedihan sepertinya terus datang dari berbagai arah. Apa yang harus dilakukan ?
Kesedihan itu cerita anak manusia yang paling dominan. Semua bercerita, dibuku manapun ada kesedihan disana. Siapa yang paling bersedih dalam cerita Romeo dan Juliet ? yang membaca. Cinta yang sejati adalah bukan cinta romeo dan juliet, tapi cintanya kakek dan nenek yang menua bersama-sama hidup panjang. Bukan mengakhiri hidup, karna cinta yang tidak ideal. Sederhananya kakek dan nenek dikampung itu yang tidak bersekolah, namum membesarkan anak-anaknya menjadi pengusaha di kota, itu cinta yang sesungguhnya
Kesedihan itu memang ada didalam kehidupan kita. Tetapi SADNESS is the second best preparation for HAPPINNES. Kesedihan itu adalah persiapan kedua terbaik untuk mencapai kebahagiaan. Dan HAPPINES is the best preparation for happines
Kalau bisa bahagia bahagialah, karna itu persiapan terbaik untuk menjadi berbahagia. Kebahagiaan itu masalah keputusan
Putuskan untuk berbahagia walaupun sedang bersedih
dan itulah yang dikagumi Tuhan, seseorang yang memiliki hak untuk menangis meraung karna kesedihan, karna penghianatan, tapi dia memutuskan untuk berbahagia. Karna ia bilang
 “ini sakit Tuhanku tetapi kebahagiaanku seimbang dengan sakitnya hatiku. Maka aku memilih untuk berbahagia”

Kesimpulan

Derita hati itu ada tujuannya. Tidak mungkin tuhan itu menciptakan sesuatu tanpa maksud. Tuhan tidak membuat kesalahan didalam penciptaannya. Derita hati itu untuk melunakkanmu, melembutkanmu. Kalau orang yang sedih cenderung lebih mudah mendengar sekarang, untuk mengumpulkan sudut-sudut tajam di hati kita. Terima kesedihan itu menjadi penggali reservoar, penampung besar di hati kita.
Hati itu pembawa kehidupan. Mulailah dengan hati kecil yang baik. Ikhlaslah dalam mendahulukan yang baik, memutuskan yang baik, bertahanlah dalam kebaikan, setia menjadi orang yang benar itu disebut integritas.
Jadi

...Selama kita hidup tidak ada hukuman....maka yang terjadi walaupun tidak enak rasanya adalah ujian...dan ujian adalah pemberitahuan...untuk segera memutuskan yang baik bagi kita....


0 komentar:

Posting Komentar