TUGAS SOSIO DAN ETIKA
5111100088 – Ardhiansyah Baskara
SOSET B
Rezeki itu
lebih besar daripada sekedar uang. Namun dalam hal ini dikhususkan lebih dalam
mengenai membiayai kehidupan yang baik, dimana di dalamnya termasuk uang.
Ada 4 konsep
penting mengenai rejeki:
- Semua uang adalah uang Tuhan
Semua hal dalam kehidupan ini adalah pemberian Tuhan - Kepantasan untuk diberi
Orang yang meminta harus pantas diberi - Kenaikan kelas kepantasan
Ada hal-hal yang bisa kita lakukan untuk memantaskan diri - Hidup ini maraton
Hidup ini bukan seperti lari cepat 100m atau sekadar adu panjang ketahanan kebaikan. Untuk apa berhasil sebelum 60 tahun lalu korupsi setelah 60 tahun dan akhirnya membuat cucu kita harus mengunjungi di penjara.
Life is marathon, not sprint
Padahal kita
tahu, Tuhan itu Maha Kaya, Maha Pemurah dan Maha Pendengar. Namun kebanyakan
orang hanya meminta yang kecil-kecil saja. Meskipun kita seringkali beranggapan
bahwasanya itu merupakan tahu diri atau melihat kepantasan diri sendiri, tetapi
perlu kita ketahui bahwa Tuhan itu Maha Memungkinkan, sehingga bisa jadi orang
yang tidak pantas mendapat rezeki yang besar. Dari hal tersebut bisa kita tarik
kalimat inti bahwa kita terlalu menakar kemampuan Tuhan. Kemampuan Tuhan yang
besar sekali jangan dibatasi dengan permintaan yang kecil-kecil saja. Contoh
sederhananya saja berapa banyak orang yang berani mengatakan “Saya ingin
menjadi kaya raya”. Jika demikian, berarti mungkin selama ini kita disiksa oleh
perasaan tidak pantas kita. Oleh karena itu, harus dengan ikhlas kita dalam
meminta, bukan dalam keterpaksaan kepantasan diri sendiri. Terlebih lagi jika
permintaan tersebut nantinya akan digunakan untuk kebaikan seperti membangun
rumah sakit bagi orang miskin, membangun sekolah bagi mereka yang tidak mampu
membiayai pendidikan, dan lain-lain.
Menjadi kaya itu harus, karena jangan sampai orang-orang yang jahat menjadi
kaya untuk menistai orang yang baik. Maka dari itu lebih baik menjadi orang
baik yang kaya.
Seringkali
kita juga merasa bahwa doa kita seperti tidak pernah dihiraukan oleh Tuhan dan
juga rezeki yang tidak pernah terpenuhi. Namun ketahuilah bahwa Tuhan lebih
tahu di balik itu semua. Bisa saja setelah rezeki yang kita minta dikabulkan
oleh Tuhan, namun malah justru membuat kita menjadi jahat. Tentu saja hal
tersebut dicegah oleh Tuhan. Sehingga syukurilah hikmah di balik hal tersebut. Belum
tentu rezeki belum terpenuhi itu karena Tuhan tidak mendengar, namun di balik
itu semua Tuhan lebih tahu apa yang terbaik bagi kita. Sehingga bisa kita
katakan rezeki itu akan menjadi berkah ketika penggunaannya itu benar dan baik.
Kepantasan untuk diberi itu termasuk kepantasan setelah menerima
Perlu kita
ketahui pula bahwa kita harus bisa membedakan tugas kita dengan Tuhan mengenai
rezeki. Kita sebagai manusia tugasnya meminta, sedangkan Tuhan adalah yang
memberi. Kenapa meminta itu bisa disebut tugas manusia? Karena hal tersebut
diperintahkan oleh Tuhan, yakni untuk berdoa. Di setiap ibadah wajib kita
kebanyakan isinya adalah permintaan ke Tuhan. Rezeki, kesabaran, surga, minta
dimaafkan, disayangi, dicintai ada semua di dalam permintaan tersebut (doa). Maka
dari itu kewajiban kita adalah untuk meminta. Tuhan itu demikian sangat
penyayang kepada makhluk-Nya, untuk memberi saja diwajibkan meminta. Bahkan
bagi mereka yang tidak percaya adanya Tuhan, masih saja mendapatkan rezeki dari
Tuhan. Hal tersebut dikarenakan Tuhan begitu sangat penyayangnya. Selain itu,
Tuhan juga telah berjanji untuk memberi kepada mereka yang telah berusaha. Sehingga
agar lebih realistis, marilah kita meminta dan mulai mewujudkan kepantasan
diri. Memantaskan diri sendiri itupun merupakan bagian dari upaya, dimana upaya
adalah “Doa+tindakan”.
Permintaan yang
paling kuat adalah permintaan yang tidak dikatakan. Sebagai contoh ada 2 orang,
orang yang pertama secara terang-terangan minta uang ke Tuhan, namun orang yang
satunya berusaha mencari uang ketika ia ingin memberi kepada orang yang tidak
mampu, padahal dirinya sendiri tidak punya uang. Tentu saja hal yang dilakukan
oleh orang yang kedua bisa dikatakan sebagai permintaan. Bahkan permintaan
seperti yang dilakukan oleh orang yang kedua itulah yang lebih mulia, karena
jelas untuk apa permintaan uang tersebut, yakni untuk membantu orang lain yang
tidak mampu. Doa yang
paling indah adalah dalam bentuk kehidupan. Sebagai contoh bangun pagi karena
tahu bahwa rezeki harus segera dijemput, meramahkan diri dengan tersenyum
karena tahu penghormatan itu penting bagi hati sesama, menyimpan uang orang
dengan amanah, dan lain sebagainya.
Dari semua permintaan, yang paling indah itu adalah yang tidak pernah dikatakanSebagai manusia kita terlahir sebagai makhluk yang suci, namun seiring berjalannya waktu, kesucian itu seringkali terkotori. Oleh karena itu, untuk kembali memantaskan diri di hadapan Tuhan, banyak banyaklah minta maaf agar Tuhan bisa memberikan rezeki yang sepantasnya.
Meminta maaf kepada Tuhan dan manusia, mengembalikan kepantasan kita untuk dimuliakan sebagai sesuci-sucinya jiwaSikap-sikap yang justru melemahkan kita bukanlah sikap yang dapat menguatkan kehidupan kita. Janganlah batasi hal-hal yang seharunya besar untuk kita menjadi tampak terasa kecil. Padahal hal tersebut adalah sumber rezeki kita. Jika hal tersebut dirasa memang besar, katakan saja bahwasanya hal tersebut besar dan semua itu karena pemberian Tuhan.
Ketika kita berusaha membuat orang termotivasi dengan motivasi kita. Bersiaplah untuk menjalani terlebih dahulu kata-kata yang kita ucapkan. Misalnya saja kita berusaha memotivasi orang lain untuk sabar, tentu saja Tuhan akan menguji kita terlebih dahulu dengan apa yang namanya sabar itu. Apalagi jika kita sampai dibuat marah, namun justru disitulah kita belajar mengenai sabar, yakni ketika kita sedang marah.
Semua orang yang kaya akan menjadi anggun jika rendah hati, begitu juga dengan orang yang gagal akan menjadi anggun jika bersabar. Namun perlu diketahui bahwa di depan kata “kaya” dan “gagal” ada satu kata magis yakni “di-”. Tidak ada orang kaya yang tidak “dikayakan” oleh Tuhan. Orang kaya tidak boleh sombong karena dia dikayakan oleh Tuhan. Tidak sekolah, tiba-tiba menjadi kaya lalu mengolok-olok sistem pendidikan yang ada, berarti dia menganggap dia yang mengayakan dirinya sendiri, jangan harap menjadi orang yang diridhoi Tuhan, karena itu namanya sombong. Begitu juga yang gagal, harus tahu bahwa itu semua adalah peran Tuhan. Semua itu ada satu kata yakni “sedang”. Jika sedang digagalkan, maka perbaikilah kesabarannya, kejujurannya, agar Tuhan tidak memberi kegagalan terus. Betul-betul jika kita mengerti dan menerima ikhlas kekuasaan Tuhan, hampir tidak ada ilmu yang tidak bisa diambil dari keimanan.
Kemarahan adalah kesempatan indah untuk menyabarkan kitaKekurangan adalah ujian yang sementara bagi orang yang akan segera dilebihkan. Jika dia tidak ikhlas menerima kekurangan namun ikhlas bertindak, melebihkan dirinya supaya mendapatkan kepantasan untuk penghargaan yang lebih tinggi. Ambillah risiko. Tuhan menghargai orang yang berani melakukan sesuatu yang mengambil risiko. Karena percaya bahwa Tuhan akan merawat orang yang percaya kepada-Nya.
Menikah merupakan salah satu hal yang memberikan potensi untuk mendapatkan rezeki. Karena dalam membangun pernikahan, disana terdapat komitmen penyatuan yang membuat Tuhan akan memberikan rezeki secara utuh. Apalagi jika memiliki anak, di setiap anak telah ditentukan seberapa besar rezeki yang akan diterimanya dari Tuhan. Tentu saja Tuhan nantinya juga akan melewatkan rezeki untuk anaknya melalui orang tuanya. Namun dengan tujuan untuk merawat anaknya, bukan untuk membahagiakan diri sendiri saja.
Kekurangan adalah ujian sementara bagi orang yang akan segera dilebihkan oleh TuhanKebanyakan orang sebenarnya sudah tahu dengan jawaban atas pertayaannya, namun yang membuat kita selalu tidak tahu adalah tindakan yang kurang. Tindakan adalah separuh dari doa. Seperti yang sudah dikatakan bahwa doa ditambah dengan tindakan adalah upaya. Doa juga bisa kita lakukan dengan kegiatan di kehidupan kita sehari-hari. Tindakan yang dilakukan untuk kehidupan yang baik, adalah doa yang terbaik.
Sebagian besar orang berharap penghargaan atas apa yang dipikirkan bisa dilakukan, namun perlu diketahui bahwa penghargaan akan datang atas apa yang telah kita lakukan, bukan yang kita pikir kita bisa. Kunci dari apa yang kita inginkan kepada Tuhan adalah bersyukur. Karena dengan bersyukur kita nantinya juga akan berusaha melakukan yang terbaik untuk mendapatkan kepantasan yang baik pula.
Kebanyakan orang hanya bisa mengeluh dengan nasibnya yang jelek. Padahal jelas-jelas dari Tuhan telah dikatakan bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang jika orang tersebut tidak mau berupaya. Sehingga bisa dikatakan bukan nasibnya yang jelek, namun upaya yang dilakukan masih kurang.
Penghargaan orang lain itu, dari apa yang sudah kita lakukanKehidupan kita seringkali kita pandang menyedihkan karena sudut pandang kita yang buruk terhadap kehidupan yang ada. Itulah sebabnya kita seharusnya mengikuti pergaulan yang baik, dengarkan hal-hal yang baik, bacalah hal-hal yang baik. Sehingga mudah-mudahan dengan hal tersebut, dimanapun kita berada akan memandang kehidupan kita selalu baik.
Ada korelasi antara sekolah dan pendidikan terhadap rezeki. Namun masalahnya tidak semua orang yang sekolah menjadi terpelajar, begitu juga orang yang mengenyam pendidikan, tidak semuanya menjadi orang yang terdidik. Semua itu kembali kepada apa yang telah kita terima. Penggunaan ilmu itu lebih penting daripada ilmu. Jika Tuhan memberikann ilmu yang seadanya, bukan untuk dikeluhkan, namun lebih pada digunakan. Gunakan mindset untuk mempekerjakan orang, jangan cuma berpikiran untuk bekerja. Karena kemampuan kita akan berlipat-lipat jika kita berpikir kita akan memberikan manfaat terhadap orang yang akan kita pekerjakan.
Jadi kesimpulannya, berdoa saja sudah indah, apalagi hidup dalam keindahan doa. Banyak di antara yang kita terima sekarang, yang kita nikmati adalah hal-hal yang tidak pernah kita minta. Tuhan lebih mengetahui hal-hal yang lebih bagi kita, bukan hal-hal yang kita pikirkan baik bagi kita. Jika permintaan yang terbaik adalah kehidupan yang baik, maka mulai sekarang jika mau memperbaiki rezeki karena kehidupan ini yang panjang maka perpanjanglah dengan sikap yang lembut kepada sesama. Kelembutan hati kita memanjangkan daya tahan kita di dalam menjalani kehidupan yang tidak mudah ini.
Mulai dari sekarang ambil tanggung jawab pribadi. Gunakan kehidupan sebagai doa, gunakan kebaikan orang lain sebagai tanggung jawab kita. Dan mudah-mudahan, jiwa-jiwa kita yang ikhlas membahagiakan sesama. Dirawat kebahagiaannya oleh Tuhan Yang Maha Penyayang.
http://obatkuatyunis.blogspot.co.id/2016/12/hammer-of-thor.html?m=1
BalasHapus